Pembahasan Soal Bahasa Indonesia Halaman 54 Semester 2

Halloo, balik lagi nih penulis @nifafani datang buat share pendapat dan pembahasan dari saya pribadi yang di harapkan dapat membantu Anda sekalian dalam menemukan sebuah pendapat baru, atau dapat juga di gunakan sebagai referensi. Namun apa yang saya bagikan di bawah ini belum tentu benar. So? Bila Anda ragu tolong jangan di jiplak begitu saja yaaa.. Cukup di baca dan di filter mana yang baik dan mana yang tidak. Saya bukan guru, saya hanyalah manusia pembajar, manusia biasa, dan manusia yang berharap dapat bermanfaat bagi sekitarnya ^^.

Yukk langsung saja, ini pembahasan dari saya.. 

(6) Bagian yang terpenting dalam sebuah teks opini adalah argumentasi. Bagian ini dianggap jantung sebuah teks opini.

Argumentasi yang kalian berikan harus mampu meyakinkan pembaca, tentu saja didukung oleh data yang telah kalian kumpulkan Kecenderungan pembaca teks opini adalah membaca tulisan yang tidak panjang, enak dibaca, dan mudah dicerna. 

Oleh sebab itu, sebagai penulis, gunakanlah bahasa yang komunikatif, tidak bertele-tele, serta ringkas penyajiannya. Dalam mengeksplorasi gagasan dan argumentasi kalian, gunakanlah kalimat yang efektif, efisien, dan mudah dimengerti. Kata yang tidak efektif bisa kalian pangkas. Jika kalian menggunakan istilah asing atau bahasa daerah, buatlah padanannya dalam bahasa Indonesia. 

Satu hal yang perlu kalian ingat, tulisan yang kalian bangun bukan untuk menggurui, tetapi hanya berbagi gagasan dan berharap pembaca dapat menerima pendapat kalian terhadap suatu hal. Argumentasi yang kalian bangun haruslah konstruktif, agar pesan dalam tulisan bisa diserap secara baik oleh pembaca. Kemudian, kalian harus memberikan solusi yang komprehensif.

Argumentasi


1. Pada sajak ini ada bahasa kiasan yang memberikan kesan hidup pada benda mati atau tidak bernyawa. Benda benda ini di buat seperti manusia yang dapat merasakan dan mempunyai akal, contohnya Sawah dan Buldozer

2. Penulis pada sajak ini memilih kata Buldozer sebagai perwakilan dari kalangan orang kelas ke atas atau penguasa dan sawah sebagai rakyat biasa. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara hidup buldozer yang barat – baratan seperti makan pizza, dan kehidupan rakyat biasa yang di gambarkan dengan sawah, sungai, dan batu – batu.

3. Dalam teks tersebut menceritakan bagaimana buldozer sedih hingga menangis karena tidak ada yang mau mendengarkan, ini dapat di gambarkan bagaimana negatifnya pandangan masyarakat akan alat alat pemerintah saat ini. Semua pun sibuk dengan urusan masing-masing

4. Teks ini juga penulis menggunakan pengulangan repitisi seperti penekanan pada kata dengan menambahkan akhiran tanda seru, hal ini dimaksudkan pengarang untuk mempertajam kepekaan pembaca terhadap lingkungan sosial dan budaya.

5. Teks ini menggambarkan bagaimana kondisi rakyat yang lemah saat menghadapi para penguasa, surat – surat dan hal –hal lainnya yang membuat rakyat tak berdaya.

6. Sajak ini menggambarkan bagaimana potret kehidupan manusia di masa yang akan datang atau peristiwa yang sesaat atau bahkan yang akan terjadi nantinya, penuh kekontrasan ( tidak sama dengan kenyataan dan angan – angan, bertolak belakang )

7. Sajak ini memiliki tingkat kebahasaan, contoh tokoh yang di gunakan sebagai ‘ Buldozer ‘ memiliki perubahan sifat atau keadaan tokoh dari angkuh, ke barat – baratan dan sok berkuasa. ( memiliki citra negatif )

8. Sajak ini menggambarkan bagaimana keadaan yang tengah melanda kehidupan di era modern ini, banyaknya penggusuran dan ketidakterimaan atas kenyataan yang harus di terima.

Oke sekian dahulu yaa dari saya.. terima kasih buat yang sudah request atau ngingatin via email. Buat kalian yang mau request juga mungkin saya dapat membantu, bisa langsung hubungi via email stefanikristina@gmail.com atau via instagram DM @stefanikristina . FOLLOW juga instagram saya yang lainnya di @nifafani , @kweemeyfang @cmeyfang, @fangschris.

Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan perbuatan, apabila ada kurang berkenan dapat menghubungi via email stefanikristina@gmail.com