Malam Selasa - Taman Bungkul Surabaya

Taman bungkul --

Photo by : http://indoturs.com/place/taman-bungkul-surabaya/


Siapa yang nggak kenal taman ini? Bisa di bilang jadi icon Surabaya banget. Tua muda, kecil gede, kurus subur--campur ada disini. Nggak cuma bisa jadi tempat nongkrong anak 'muda mudi' aja tapi sampai orang tua atau bahkan anak anak kecil bisa bermain di taman ini. 

Jadi.. luas dong tamannya(?) Apa ada wahana bermainnya (?) Kok ada anak kecil (?)

Yap! Bener banget deh. Ya ada taman bermainnya, dan ada spot spot khusus buat anak muda mudi yang pingin wifi'an begitu ^^ tapi admin belum cobain semuanya. Pertama, admin sudah 17+ jadi nggak mungkin lah buat menikmati wahana bermain lagi. Kedua, admin nggak terlalu heboh dengan wifi begitu jadi kurang minat. Tapi para pembaca bisa coba deh datang kesini dan buktikan sendiri.

-- ganti cerita by me --

Ketika sampai di taman ini aku mengajak adikku untuk berkeliling sebentar. Mungkin saja ada banyak perubahan di kota kelahiranku ini sampai taman bungkulnya (pikirku), rupanya taman ini nggak banyak berubah. Sama seperti terakhir kali aku datang. Hmmm kapan ya(?) Sepertinya setahun yang lalu..

Nggak kerasa waktu cepat sekali berlalu. Dulu waktu aku masih kecil, senang sekali apabila papa dan mama mengajak ku ke taman bermain di dekat walikota, main mainan anak anak yang banyak dan umum di jual di taman. Tapi sekarang mau bermain lagi seperti sudah bukan waktunya lagi, semua cocok untuk dikenang saja.😀😀😀

Aku perhatikan pakaian para pengunjung -- ada yang pakai kaos celana jeans ada yang pakai baby doll saja(untung belum aku lihat yang pakai daster), ada yang pakai celana pendek plus kaos, ada para penjaga yang pakai pakaian seragam hingga orang orang kantoran memakai pakaian rapi sesuai dengan profesi masing masing.

Ada yang duduk di remang- remang, ada yang berkumpul di lesehan pinggir jalan taman, ada juga yang duduk sambil berpacaran di area tempat bermain anak-anak. Terasa tak peduli usia dan waktu semua terasa sama. Ketika kita berjalan dan melewati orang yang usianya lebih tua, nggak ada orang yang membungkukkan badan atau mengucapkan ' permisi, kula nuwun , amit (bukan amin amit yaaa), dan lain sebagainya ' semua jalan begitu saja, dan orang yang kamu lewati juga bersikap cuek seperti biasa,- layaknya semua sudah wajar terjadi. Aku jadi membandingkan dengan kota tempat dimana aku menimba ilmu kini--- wow, kalau aku disana begitu pasti sudah dibuat bahan pembicaraan. Tapi disini justru biasa saja.

Orang penjaja minuman dan makanan ada dimana-mana. Mereka berkeliling dan menawarkan pada para pengunjung yang datang. Harga yang di tawarkan juga cukup bervariasi. Ketika aku dan adikku berkeliling, ada satu tulisan yang membuatku tertarik..

- Anda berada di kawasan religi mohon menjaga sikap -

Intinya seperti itu, tulisan di dinding itu membuatku teringat bahwa di dekat sini memang ada makam Sunan, entah apa juga aku lupa -- 

Lalu ku arahkan pandanganku berkeliling, sepertinya para pengunjung disini cukup cuek saja melihat orang yang lewat dan yang ada di sekitar mereka. Mungkin kalau ada yang aneh mereka akan membicarakan sebentar kemudian biar lalu saja -- pastinya begitu.

Okelah aku rasa adikku mulai bosan -- saatnya aku pergi mencari tempat yang lain --. Entah tulisan ku ini tentang apa, mungkin apa yang aku rasakan sekarang aja.

Fani 20:51 

Surabaya 14, 11-16